Rabu, 10 Februari 2010

"Cinta Rasul"
Allah berfirman yang artinya: katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah SWT, ikutilah aku, niscaya Allah SWT mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali Imran: 31)
Rasulullah bersabda: “Tidaklah beriman (dengan sempurna) salah seorang dari kamu sehingga aku lebih-lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya dan segenap manusia” (HR. Bukhari).
Ayat diatas menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah SWT adalah dengan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW mentaati apa yang beliau perintahkan, dari apa yang meninggalkan apa yang beliau larang, menurut hadits-hadits shahih yang beliau jelaskan kepada umat manusia. Tidakkah kecintaan itu dengan banyak bicara, dengan tanpa mengamalkan petunjuk, perintah dan sunnah-sunnah Allah SWT.
Adapun hadits shahih diatas, ia mengandung pengertian bahwa iman seorang muslim tidak sempurna sehingga ia mencintai rasulullah SAW melebihi kecintaannya terhadap anak, orangtua, dan segenap manusia, bahkan sebagaimana ditegaskan dalam hadist yang lain bahwa lebih dicintai daripada dirinya sendiri.
Pengaruh kecintaan itu akan tampak ketika terjadi pertentangan antara perintah-perintah dan larangan-larangan Rasulullah SAW, dengan hawa nafsunya, keinginan anak dan istrinya serta segenap manusia disekelilingnya. Jika kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW kita akan mendahulukan perintah-perintahnya dan tidak menuruti kehendak nafsu kita, keluarga atau orang-orang disekeliling kita. Tetapi jika kecintaan itu hanya dusta maka seseorang akan mendurhakai Allah SWT dan Rasul-Nya. Lalu menuruti syaiton dan hawa nafsunya.
Jika kamu menanyakan pada seorang muslim “Apakah kamu mencintai Rasulullah SAW?” Ia akan menjawab, “Benar, aku berkorban jiwa dan hartaku untuk beliau, tetapi giliran ditanya, kenapa kamu melanggar perintahnya dalam masalah yng ini dan masalah yang itu, dan kamu tidak meneladani dalam penampilan, akhlak dan ketauhidan nabi?”
Dia akan menjawab, “kecintaan itu letaknya dihati, dan alhamdulillah hatiku baik. ” Kita katakan kepadanya, “Seandainya hatimu baik, niscaya akan nampak secara lahiriyah, baik dari penampilan, akhlak, dan ketaatanmu dalam beribadah mengesakan Allah SWT semata. Sebab Rasulullah SAW bersabda :
“Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad itu terdapat segumpal daging. Bila ia baik maka akan baiklah seluruh jasad itu, dan apabila ia rusak maka akan rusaklah seluruh jasad itu. Ketahuilah, itu adalah hati” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Saudaraku, ketahuilah bahwa kecintaaan kepada Rasulullah SAW adalah dengan tidak menyelenggarakan peringatan, pesta, berpakaian atau berhias, menyenandungkan syair yang tak lepas dari kemungkaran. Demikian pula tidak dengan berbagai macam bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam ajaran syariat islam. Tetapi kecintaan terhadap Rasulullah SAW adalah dengan mengikuti petunjuk, berpegang teguh dengan sunnahnya serta dengan menerapkan seluruh ajaran-ajarannya.
Sungguh alangkah indahya ungkapan seorang penyair tentang kecintaan sejati di bawah ini. Jika kecintaanmu itu sejati, niscaya engkau pasti mentaatinya. Sesungguhnya seorang pecinta, dengan yang dicintainya akan selalu taat setia.
Semoga kita diberi keistiqomahan dan dzauq dalam kebenaran sebagai perwujudan dari kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Amiiin…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar