Rabu, 10 Februari 2010

"Hakikat Sebuah Cinta"
Cinta menimbulkan kekuatan yang dapat membuat orang mampu berbuat apa saja demi sesuatu yang dicintainya. Cinta pun membuat orang merasa mati ketika kehilangan sesuatu yang dicintainya.
Orang yang jatuh cinta akan merasa menjadi orang yang paling bahagia di atas bumi, sebaliknya orang yang kehilangan cinta akan merasa seperti kehilangan dunia dari seisinya.
Cinta dalam diri seseorang menjadikan selalu ingin bertemu dengan dzat yang dicintainya, merasa malu bila dilihatnya, selalu menyebut, dan membicarakannya, ingin memenuhi segala permintaannya dan berharap mendapatkan perhatiannya.
Cinta mampu membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun cinta juga bisa menimbulkan kesengsaraan hidup di dunia dan menjerumuskan manusia dalam kehinaaan dihari akhir.
Cinta akan berbuah kebahagiaan jika ditanam dalam tempat yang tepat, dijaga dan dirawat dengan baik, dan inilah cinta yang terpuji. Sebaliknya jika cinta ditanam ditempat yang salah maka cinta hanya akan membawa racun bagi hidup seseorang dan akan tumbuh menjadi cinta yang tercela . Cinta yang terpuji adalah mencintai Allah dan Rasulnya.
Meraih cinta sejati merupakan dambaan setiap orang, namun tidak setiap orang berhasil mendapatkannya. Mereka yang berhasil meraih cinta yang sejati hanyalah orang-orang yang tidak terperdaya oleh indahnya cinta dunia. Mereka adalah orang-orang yang berhasil mendatangkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Qayim Al Jauziah membedakan cinta menjadi empat macam, dan beliau menganggap bodoh orang yang tidak dapat membedakan ke-empat jenis cinta tersebut, yaitu:
Pertama, Cinta kepada Allah SWT, namun ini saja tidak dapat menyelamatkan dirinya dari siksa-Nya, dan tidak akan mendapatkan pahala-Nya, sebab orang-orang musrik, penyembah salib dan sebagainya juga mencintai Allah.
Kedua, Mencintai apa yang dicintai Allah SWT, inilah yang dapat memasukkan orang ke dalam Islam dan mengeluarkannya dari kekafiran.
Ketiga, Cinta karena Allah SWT dan mengharap ridhonya. Ini merupakan persyaratan dari mencintai apa yang dicintai Allah SWT.
Keempat, Cinta Allah SWT juga mencintai yang lain sejajar dengan mencintaiNya. Inilah cintanya orang musrik.
Ibnu Qayim Al Jauziyah memberikan nasehat kepada kita tentang bagaimana mendatangkan rasa cinta kepada Allah SWT , yaitu:
 Membaca Al-Qur’an dengan mendalami dan memahami makna-maknanya, seperti yang dikehendaki.
 Taqarub kepada Allah SWT dengan mengerjakan sholat-sholat nafilah (sunnah) setelah sholat fardlu.
 Senantiasa menyebut dan mengingat Asmanya dalam setiap keadaan, baik dalam keadaan senang atau susah dengan terang-terangan atau sembunyi dan beramal dalam setiap keadaan.
 Mengarahkan perhatian kepada Asma dan Sifat Allah SWT. Lebih mementingkan cinta kepada-Nya daripada cintamu pada saat engkau dikalahkan bisikan hawa nafsu.
 Mempersaksikan kebaikan. Kemurahan karunia dan rahmad Allah SWT pada saat ia turun kelangit dunia, bermunajat kepadaNya, membaca kalamNya, menghadap dengan segenap hati, memperhatikan adab-adab ubudiyah (ibadah) di hadapanNya kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
 Berkumpul bersama orang yang mencintai-Nya secara tulus.
 Menyingkirkan segala sebab yang membuat jarak antara hati dan Allah SWT.
Inilah cinta sejati, cinta yang menghantarkan pemiliknya kepada kesempurnaan iman, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah seseorang dapat merasakan nikmatnya iman kecuali dia memilki 3 hal, yaitu: Ia lebih mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya daripada yang lain, tidak mencintai orang kecuali karena Allah SWT, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan daripadanya sebagaimana ia tidak suka dicampakkan ke dalam api neraka.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar