Kamis, 13 Mei 2010

REKREASI dan LATIHAN ALAM



Ini foto-foto di Malang...hehheee


"WATAWASOUBIL HAQ WATAWA SOU BISSOBR"

Artinya :
"Dan saling nasehat-menasehati tentang kebenaran dan kesabaran"

Arek NUR ALIF DIKLAT VI





"Ne adalah kenangan DIKLAT VI di PENGAJARAN - WONOSALAM"

hehheheheheee

MUKJIZAT 25 NABI

Mukjizat 25 Nabi


Adam
Manusia pertama yang dijadikan oleh Allah secara langsung dan
menyuruh agar para malaikat tunduk kepadanya. Allah mengajarinya
nama-nama berbagai benda, menciptakan istrinya dan menempatkannya di
dalam surga serta memperingatkan kepada mereka agar tidak mendekati
sebuah pohon tertentu. Akan tetapi setan menggoda mereka hingga
mereka memakan buah pohon itu. Allah menurunkan mereka ke bumi dan
membekali mereka dengan sarana-sarana kehidupan. Mereka berdua
diminta untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengajak orang lain
berbuat demikan pula. Ia dijadikan khalifah Allah di muka bumi dan
juga sebagai rasul kepada anak-anaknya. Dia adalah nabi pertama di
atas bumi.

Ayub
Termasuk keturunan Nabi Ibrahim, beliau termasuk nabi yang banyak
mendapat wahyu. Ayub adalah orang kaya yang mempunyai banyak anak.
Akan tetapi Allah mengujinya dengan menghilangkan kekayaan itu
semua. Pisiknya juga diuji dengan berbagai macam penyakit selama 18
tahun, selama itu dia dikucilkan oleh warganya kecuali istrinya yang
dengan penuh kesabaran berbakti menyediakan kebutuhan makannya
sampai Ayub disembuhkan kembali oleh Allah dan menggantikan semua
kekayaan yang telah hilang itu. Oleh karena itu, orang sering
membuat Nabi Ayub sebagai umpama dalam masalah kesabaran dan
keteguhan hati menerima cobaan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa
dalam surga kelak, Allah akan menjadikan Ayub sebagai monster
(bukti) orang-orang yang pernah menerima ujian.

Daud

Kepadanya, Allah memberikan hikmah dan ilmu pengetahuan dan
menundukkan gunung dan burung untuk bertasbih bersamanya
(diperlakukan sesuka hatinya dengan seizin Allah), serta melunakkan
besi baginya. Beliau adalah seorang hamba yang sangat tulus dan
pandai bersyukur, dia selalu berpuasa sehari dan tidak berpuasa hari
berikutnya, selalu bangun di tengah malam, tidur sepertiga malam dan
berjaga seperenamnya. Kepadanya, Allah menurunkan Kitab Zabur dan
juga diberikan kerajaan yang besar dan Allah memerintahkannya untuk
melaksanakan pemerintahan dengan adil.

Harun
Nabi Harun adalah saudara Musa dan partner (pasangan) dakwahnya
dalam mengajak Firaun beriman kepada Allah, karena kefasihan dan
kepandaiannya berbicara. Musa mewakilkan urusan kaumnya kepada Harun
ketika ia pergi menemui Allah di bukit Thur. Namun Samiri
menyebarkan fitnah mengajak Bani Israel menyembah patung anak sapi
yang terbuat dari emas. Nabi Harun mengajak mereka kembali menyembah
Allah, tetapi mereka semakin menunjukkan kesombongan. Ketika Nabi
Musa kembali dan menyaksikan apa yang dilakukan kaumnya, dia
memarahi saudaranya, Harun.

Hud
Beliau ini diutus kepada kaum Ad yang beriman kepada Nuh. Mereka
terkenal dengan kaum yang berbadan kekar dan kuat serta dikaruniai
banyak rezeki oleh Allah. Akan tetapi mereka tidak mau bersyukur
kepada Allah atas nikmat yang banyak itu, malah mereka menyembah
berhala. Untuk itu Allah mengutus Nabi Hud sebagai pemberi kabar
gembira. Nabi Hud sebenarnya sangat bijaksana, namun demikian
kaumnya tetap mendustakan dan menyakitinya. Oleh karena itu Allah
mengirimkan badai yang berkepanjangan selama tujuh malam delapan
hari untuk menghancurkan mereka.

Ibrahim
Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah (khalilullah), ia nabi yang
dipilih oleh Allah untuk mengemban risalah-Nya dan diberikan
kepadanya berbagai keistimewaan dari manusia lain. Ibrahim hidup di
lingkungan penyembah bintang. Dia tidak puas dengan hal itu. Dengan
fitrahnya dia merasakan bahwa pasti ada tuhan yang lebih besar dari
bintang-bintang itu, akhirnya dia diberi petunjuk oleh Allah dan
dipilih menjadi utusan-Nya. Nabi Ibrahim pun mulai mengajak kaumnya
mengesakan dan menyembah Allah, tetapi mereka mendustakannya dan
membakarnya. Dia diselamatkan oleh Allah dari perlakuan kaumnya itu.
Dari keturunan Ibrahim, Allah mengutus banyak nabi melalui dua
anaknya, Ismail dan Ishak. Nabi Ibrahim membangun Kakbah bersama
anaknya, Ismail.


Idris
Adalah ayah dari kakek Nabi Nuh, nabi pertama setelah Adam. Beliau
adalah nabi yang terkenal dengan kejujuran dan kesabaran. Kepadanya
diturunkan tiga puluh sahifah. Dia dianggap sebagai orang pertama
yang pandai menulis dengan pena dan orang pertama yang pandai
menjahit dan memakai pakaian berjahit, juga orang pertama berpikir
soal astrologi.

Ilyas
Nabi Ilyas diutus kepada penduduk Baalbek, sebelah barat Kota
Damaskus (Libanon Timur sekarang). Dia mengajak kaumnya beribadah
hanya kepada Allah dan meninggalkan penyembahan terhadap patung yang
mereka namakan Ba`la. Hal inilah yang mengakibatkan mereka
menganiayanya. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Ilyas adalah paman Nabi
Ilyasak.

Ilyasak
Nabi ini termasuk hamba Allah yang terbaik. Konon nabi inilah yang
disebut dalam kitab Taurat. Di antara mukjizatnya adalah
menghidupkan kembali orang yang telah mati.

Isa
Nabi Isa, sama seperti Nabi Adam diciptakan dari tanah (tanpa ayah
dan ibu) kemudian Allah mengatakan “kun” lalu Nabi Adam pun lahir.
Isa putra Maryam, adalah rasulullah yang lahir dengan kalimat-Nya
(kun) yang diberikan kepada Maryam. Dialah nabi yang memberi kabar
kedatangan Muhammad saw. Allah memberikan kepadanya berbagai tanda
dan menguatkannya dengan roh kudus. Dia adalah orang yang terkemuka,
baik di dunia maupun di akhirat dan termasuk orang-orang yang dekat
kepada Allah, sudah pandai bicara ketika ia masih dalam buaian. Dia
pernah membuat burung dari tanah lalu meniupnya dan tanah itupun
menjadi burung. Dia pernah menyembuhkan orang buta dan penderita
penyakit kusta serta menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin
Allah. Nabi Isa mengajak kaumnya menyembah Allah Yang Maha Esa
tetapi mereka enggan dan merasa sombong dan bahkan menentangnya.
Yang beriman dengan beliau hanyalah sebagian kecil, yaitu mereka
yang mempunyai taraf hidup sederhana. Allah mengangkatnya ke langi t
dan akan menurunkannya kembali ke bumi pada waktu yang
dikehendaki-Nya untuk menjadi saksi untuk umat manusia akan
kebenaran Allah.

Ishak
Adalah anak Ibrahim dari istrinya Sarah. Berita kelahirannya dibawa
oleh malaikat kepada Nabi Ibrahim dan Sarah, ketika dia melewati
mereka dalam perjalanan ke kota peninggalan kaum Luth untuk
menghancurkannya akibat kekufuran dan keonaran mereka. Dalam
Alquran, Allah menjuluki Nabi Ishak sebagai “seorang anak yang arif
dan bijak.” Dia diutus Allah sebagai nabi mengajak manusia berbuat
kebaikan. Dari keturunannyalah muncul Nabi Yakub.

Ismail
Nabi Ismail adalah anak pertama Nabi Ibrahim dari istri keduanya,
Hajar. Nabi Ibrahim membawa Hajar pergi dan menempatkannya bersama
anaknya di suatu tempat yang kelak disebut Mekah, dengan dibekali
sedikit air dan makanan. Ketika perbekalan sudah habis, Hajar
berkeliling mencari makanan ke sana ke mari, akhirnya Allah
menunjukkan kepadanya sumber air Zamzam. Sejak itu mulailah orang
berdatangan ke tempat itu dan dari sini datanglah perintah Allah
kepada Nabi Ibrahim untuk membangun Kakbah dan meninggikan fondasi
Baitullah. Nabi Ismail mengangkat batu-batu, sementara Nabi Ibrahim
membangunnya sampai selesai. Setelah itu Allah menurunkan wahyu
meminta Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail, yang diterimanya melalui
mimpi di mana dalam mimpi tersebut beliau melihat dia menyembelih
anaknya Ismail. Ia menceritakan mimpinya itu kepada anaknya, anaknya
pun menerima seraya berkata, “Hai ayahku. Lakukanlah apa yang
diperintahkan kepadamu. Engkau akan dapatkan aku termasuk
orang-orang yang sabar , insya Allah.” Kemudian Allah mengganti
Ismail dengan seekor sembelihan yang besar. Ismail adalah seorang
satria dan orang pertama yang dapat menjinakkan kuda. Ismail juga
terkenal sebagai orang yang sangat penyabar dan penyayang. Ada
pendapat mengatakan bahwa Nabi Ismail adalah penutur pertama bahasa
Arab. Dia juga terkenal sebagai orang yang menepati janji dan selalu
mengajak keluarganya mendirikan salat, mengelurkan zakat serta
beribadah hanya kepada Allah.

Luth
Allah mengutus Nabi Luth untuk memberi petunjuk kepada kaumnya dan
mengajaknya menyembah Allah. Kaum Luth adalah kaum yang zalim;
sering berbuat keji dan memusuhi pendatang asing di negerinya. Dalam
hubungan seksual, mereka tertarik kepada sesama lelaki, tidak senang
kepada perempuan. Tatkala Nabi Luth mengajak mereka meninggalkan
kemungkaran itu, mereka ingin mengusir Nabi Luth beserta
pengikutnya. Ajakan Nabi Luth itu hanya diikuti oleh sebagian
keluarga dekatnya saja, sedangkan istrinya sendiri tidak
mengikutinya. Ketika Nabi Luth hampir merasa putus asa, dia berdoa
kepada Allah agar diselamatkan bersama pengikutnya serta
membinasakan orang-orang yang berbuat kerusakan. Kemudian datanglah
malaikat menyelamatkan Nabi Luth beserta pengikutnya dan
menghancurkan yang lainnya dengan batu-batuan.

Musa
Nabi Musa diutus untuk mengajak Firaun dan pengikutnya agar beriman
kepada Allah. Untuk itu dia diberikan dua mukjizat; tongkat yang
dapat berubah menjadi naga, memakan ular-ular lain dan tangannya
yang bila dimasukkan ke dalam saku akan mengeluarkan cahaya putih
bersih tanpa cela. Dia mengajak mereka mengesakan Allah, tetapi
Firaun memeranginya dan mengumpulkan beberapa pawang sihir untuk di
adu dengan beliau. Dengan izin Allah, Musa dapat mengalahkan mereka,
kemudian Allah memerintahkan kepada Musa dan pengikutnya untuk
keluar dari Mesir. Firaun mengejarnya dengan pasukan tentara yang
cukup banyak. Ketika pengikut Musa merasa sudah hampir terkejar
tentara Firaun, Allah memerintahkan kepadanya untuk memukul laut
dengan tongkatnya, agar mereka dapat selamat sementara Firaun dan
pengikutnya tenggelam yang kelak menjadi pelajaran untuk orang lain.

Nuh
Nabi Nuh adalah orang yang bertakwa dan jujur. Dia diutus Allah
memberikan bimbingan kepada kaumnya dan memberikan peringatan kepada
mereka tentang adanya siksa hari akhirat. Namun kaum Nuh tidak
menaati ajakannya, malah mendustakannya. Walaupun demikian, Nabi Nuh
tetap mengajak mereka kepada ajaran agama yang lurus. Ajakannya itu
hanya diikuti oleh sedikit orang, sementara warga kafir terus
menunjukkan sikap permusuhan mereka terhadap Nabi Nuh. Sebagai
siksaan terhadap mereka, Allah tidak menurunkan hujan. Nuh mengajak
mereka beriman, agar Allah mencabut siksanya itu. Setelah mereka
beriman, siksaan pun dicabut, namun mereka kafir kembali, maka Nabi
Nuh pun kembali mengajak mereka. Demikian berkelanjutan selama 950
tahun. Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk membuat kapal dan
mengangkut setiap jenis makhluk sepasang-sepasang kemudian Allah
mendatangkan angin topan yang menenggelamkan mereka semua.

Saleh
Nabi Saleh diutus Allah kepada warga Tsamud, suatu warga yang sangat
ingkar dan keras kepala. Allah telah memberikan kepada mereka rezeki
yang melimpah-ruah, akan tetapi mereka tidak menaati perintah Allah,
bahkan menyembah berhala. Mereka mempunyai perasaan superior dengan
kekuatan mereka. Dari itu, maka Allah mengutus Nabi Saleh untuk
memberi kabar gembira dan peringatan kepada mereka, namun mereka
mendustakan, menentang dan menuntutnya untuk mendatangkan seekor
unta betina sebagai bukti yang dapat mereka percayai. Allah
memberikan seekor unta untuk mereka dan menyuruh mereka agar tidak
mengganggunya. Akan tetapi mereka tetap mempertahankan kesombongan,
malah membunuh unta itu. Oleh karena itu Allah menurunkan badai
kencang sebagai siksaan bagi mereka dan menyelamatkan Nabi Saleh
beserta orang-orang yang beriman bersamanya.

Sulaiman
Allah memberikan kepadanya banyak hikmah dan ilmu pengetahuan,
mengajarinya bahasa burung dan binatang-binatang serta menundukkan
angin dan jin sesuai perintahnya. Sulaiman mempunyai kisah dengan
seekor burung hudhud (belatuk) yang memberitahukan kepadanya tentang
adanya sebuah kerajaan di Yaman yang warganya menyembah matahari.
Nabi Sulaiman-pun mengirim utusan kepada penguasa Saba untuk
mengajaknya beriman kepada Allah. Akan tetapi penguasa Saba, (Ratu
Bilqis), hanya mengirimkan semacam hadiah kepadanya, sehingga Nabi
Sulaiman meminta kepada jin untuk membawa singgasana Ratu Bilqis
kepadanya. Di saat Ratu Bilqis melihat singgasananya berada di
tempat itu, ia pun beriman kepada Allah.

Syuaib
Nabi Syuaib diutus kepada warga Madyan yang menyembah Aykah (kayu).
Dalam transaksi sehari-hari, mereka selalu curang menimbang dan
menakar barang serta tidak memberikan hak-hak orang lain sepenuhnya.
Nabi Syuaib mengajak mereka menyembah Allah dan berlaku adil dalam
semua tindakan, tetapi mereka enggan dan berlaku sombong, malah
kekeras kepalaan mereka semakin menjadi-jadi sampai mengancam untuk
merajam dan mengusir Nabi Syuaib. Mereka menuntut kepadanya untuk
mendatangkan gumpalan dari langit, maka Allah menurunkan balasan
berupa tiupan badai yang sangat keras dan mematikan mereka semua.

Muhammad

Nabi Muhammad , berasal dari warga
Arab yang menyeru orang kepada agama Islam. Dia berasal dari
keturunan Hasyim yang dilahirkan di Mekah beberapa bulan setelah
ayahnya, Abdullah, meninggal dunia. Aminah, ibunya, meninggal dunia
ketika dia masih kanak-kanak. Setelah itu pemeliharaan beliau secara
bergilirian ditangani oleh kakeknya Abdul Mutalib dan pamannya Abu
Thalib. Selama beberapa waktu dia bekerja sebagai penggembala
kambing, kemudian menikah dengan sayidah Khadijah binti Khuwailid
pada usia 25 tahun. Dia mengajak orang-orang memeluk Islam, dengan
beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan kepada rasul-Nya. Dakwahnya
dimulai dari sejak beliau tinggal di Mekah. Karena tekanan dari
penduduknya, pada tahun 622, bersama beberapa orang pengikutnya dia
berhijrah ke Madinah, di mana mereka mendapatkan sejumlah pendukung
yang disebut Ansar. Tahun hijrah ini kemudian diabadikan sebagai
permulaan penanggalan dalam sejarah Islam. Beliau wafat setelah
melaksana kan haji wada.


Sekilas...

Blog ku :
amirbahtra08e.blogspot.com
Facebook dan E-mail:
amir_bahtra@yahoo.co.id

TAWASSUL

HUKUM BERDO'A DENGAN TAWASSUL

Pengertian Tawassul Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat islam selama ini adalah bahwa Tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT.
� Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintainya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut.
� Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah bisa memberi manfaat dan madlorot kepadanya dan. Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlorot, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlorot sesungguhnya hanyalah Allah semata.
� Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa. Banyak sekali cara untuk berdo�a agar dikabulkan Allah, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan mendahuluinya dengan bacaan alhamdulillah dan sholawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar do�a yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah s.w.t. Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan.
Tawassul dengan amal sholeh kita
Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul terhadap Allah SWT dengan perantaraan perbuatan amal sholeh, sebagaimana orang yang sholat, puasa, membaca al-Qur�an, kemudian mereka bertawassul terhadap amalannya tadi. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam kitab-kitab sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam goa, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya, yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.. (Ibnu Taimiyah mengupas masalah ini secara mendetail dalam kitabnya Qoidah Jalilah Fii Attawasul Wal wasilah hal: 160)
Tawassul dengan orang sholeh
Adapun yang menjadi perbedaan dikalangan ulama� adalah bagaimana hukumnya tawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai martabat dan derajat tinggi di depan Allah SWT. sebagaimana ketika seseorang mengatakan : �Ya Allah aku bertawassul kepada-Mu melalui Nabi-Mu Muhammmad atau Abu bakar atau Umar dll�.
Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini. Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh, namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam, perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang), pada intinya adalah tawassul pada amal perbuatannnya, sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama�.

Dalil-Dalil Tentang Tawassul
Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti, demikian juga dengan permasalahan ini, maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash al-Qur�an maupun hadis, sebagai berikut:
A. Dalil dari al-Qur�an.
1. Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah : 35

ياأيها الذين آمنوااتقواالله وابتغوا إليه الوسيلة
�Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.�
2. Suat Al-Isra [17] : 57
أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوراً
�Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya, sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti�
Maksudnya:
Nabi Isa a.s., para malaikat dan �Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lafadl Alwasilah dalam ayat ini adalah umum, yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik-baik.
Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak jaman sebelum Nabi Muhammad SAW. QS 12 : 97-98 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ya�qub AS. Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini, bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya QS Yusuf [12] : 97-98

قَالُواْ يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ. قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
�Mereka berkata: �Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)�. Nabi Ya�qub berkata: �Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang�.
Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan �ayyuhum aqrabu�, yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah.
3. Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan Nabi Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. Hal ini ditegaskan QS 7:134 dengan istilah بِمَا عَهِدَ عِندَكَ Dengan (perantaraan) sesuatu yang diketahui Allah SWT. ada pada sisimu (kenabian).
Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS, sebagaimana QS 2:37
فَتَلَقَّى آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
�Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang�.
�Kalimat yang dimaksud di atas, sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT, sebagai nabi akhir zaman.
4. Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. Syaratnya, yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
�Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.�
B. Dalil dari hadis.
1. Tawassul kepada Nabi Muhammad SAW sebelum lahir sebagaimana Nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لما اقترف آدم الخطيئة قال : يا ربى ! إنى أسألك بحق محمد لما غفرتنى فقال الله : يا آدم كيف عرفت محمدا ولم أخلقه قال : يا ربى لأنك لما خلقتنى بيدك ونفخت فيّ من روحك رفعت رأسى فرأيت على قوائم العرش مكتوبا لاإله إلا الله محمد رسول الله فعلمت أنك لم تضف إلى إسمك إلا أحب الخلق إليك فقال الله : صدقت يا آدم إنه لأحب الخلق إلي، ادعنى بحقه فقد غفرت لك، ولولا محمد ما خلقتك (أخرجه الحاكم فى المستدرك وصححه ج : 2 ص: 615)
�Rasulullah s.a.w. bersabda: �Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku�. Lalu Allah berfirman: �Wahai Adam, darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?� Adam menjawab:�Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruh-Mu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis �Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah� maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada nama-Mu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai�. Allah menjawab: �Benar Adam, sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai, bredoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu�
Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail An-Nubuwwah, Imam Qostholany dalam kitabnya Al-Mawahib 2/392 , Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Al-Mawahib Laduniyyah 1/62, Imam Subuki dalam kitabnya Shifa� As-Saqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois An-Nubuwah, mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih.
Dan dalam riwayat lain, Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan redaksi:
فلولا محمد ما خلقت آدم ولا الجنة ولا النار (أخرجه الحاكم فى المستدرك ج: 2 وص:615
Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad, demikian juga Syekh Islam Al-bulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih, dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Al-wafa� , dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180. Walaupun dalam menghukumi hadis ini tidak ada kesamaan dalam pandangan ulama�, hal ini disebabkan perbedaan mereka dalam jarkh wattta�dil (penilaian kuat dan tidak) terhadap seorang rowi, akan tetapi dapat diambil kesimpulan bahwa tawassul terhadap Nabi Muhammad SAW adalah boleh.
2. Tawassul kepada Nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya. Diriwatyatkan oleh Imam Hakim:
عن عثمان بن حنيف قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وجاءه رجل ضريرفشكا إليه ذهاب بصره، فقال : يا رسول الله ! ليس لى قائد وقد شق علي فقال رسول الله عليه وسلم : :ائت الميضاة فتوضأ ثم صل ركعتين ثم قل : اللهم إنى أسألك وأتوجه إليك لنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى لى عن بصرى، اللهم شفعه فيّ وشفعنى فى نفسى، قال عثمان : فوالله ما تفرقنا ولا طال بنا الحديث حتى دخل الرجل وكأنه لم يكن به ضر. (أخرجه الحاكم فى المستدرك)
Dari Utsman bin Hunaif: �Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata: �Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat� Rasulullah berkata �Ambillah air wudlu, lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat, dan berkata: �bacalah doa (artinya)� Ya Allah sesungguhnya aku meminta-Mu dan menghadap kepada-Mu melalui nabi-Mu yang penuh kasih sayang, wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta Tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku, Ya Allah berilah ia syafa�at untukku dan berilah aku syafaat�. Utsman berkata: �Demi Allah kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami, orang itu telah datang kembali dengan segar bugar�. (Hadist riwayat Hakim di Mustadrak)
Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya. Imam Dzahabi mengatakatan bahwa hadis ini adalah shohih, demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa�wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib.
Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib Wat-Tarhib 1/438, mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai, Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya.
3. Tawassul kepada Nabi Muhammad SAW setelah meninggal. Diriwayatkan oleh Imam Addarimi:
عن أبى الجوزاء أ وس بن عبد الله قال : قحط أهل المدينة قحطا شديدا فشكوا إلى عائشة فقالت : انظروا قبر النبي فاجعلوا منه كوا إلى السماء حتى لا يكون بينه وبين السماء سقف قال : ففعلوا فمطروا مطرا حتى نبت العشب وسمنت الإبل حتى تفتقط من السحم فسمي عام الفتق ( أخرجه الإمام الدارمى ج : 1 ص : 43)
Dari Aus bin Abdullah: �Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: �Lihatlah kubur Nabi Muhammad s.a.w. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung�, maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk� (Riwayat Imam Darimi)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori:
عن أنس بن مالك إن عمر بن خطاب كان إذا قطحوا استسقى بالعباس بن عبد المطلب فقال : اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا فتسقينا وإنا ننتوسل إليك بعم نبينا فاسقنا قال : فيسقون (أخرجه الإمام البخارى فى صحيحه ج: 1 ص:137 )
Riwayat Bukhari: dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Abbas berkata: �Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui Nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman Nabi kami maka turunkanlah hujan, lalu turunlah hujan.
4. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul.
عن أبى سعيد الحذري قال : رسول الله صلى الله عليه وسلم : من خرج من بيته إلى الصلاة، فقال : اللهم إنى أسألك بحق السائلين عليك وبحق ممشاى هذا فإنى لم أخرج شرا ولا بطرا ولا رياءا ولا سمعة، خرجت إتقاء شخطك وابتغاء مرضاتك فأسألك أن تعيذنى من النار، وأن تغفر لى ذنوبى، إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت، أقبل الله بوجهه واستغفر له سبعون ألف ملك (أخرجه بن ماجه وأحمد وبن حزيمة وأبو نعيم وبن سنى).
Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s.a.w. bersabda: �Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat, lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini, bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan, untuk kekerasan, untuk riya dan sombong, aku keluar karena takut murka-Mu dan karena mencari ridla-Mu, maka aku meminta-Mu agar Kau selamatkan dari neraka, agar kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diri-Mu�, maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya�. (Riwayat Ibnu Majad dll.).
Imam Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang ma�qool, akan tetapi Alhafidz Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan.( Targhib Wattarhib 2/ 119).Alhafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na�im dan Ibnu Sunni.(Nataaij Al-afkar 1/272). Imam Al I�roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ikhya� Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan, (1/323).
Imam Bushoiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih, (Mishbah Alzujajah 1/98). Pandangan Para Ulama� Tentang Tawassul Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama, ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. Kadang sebagian orang masih kurang puas, jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama�, walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyertakan pendapat ulama� sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut, maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama� mengenai hal tersebut.
Pandangan Ulama Madzhab Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik, maka beliau bertanya:�Kalau aku berziarah ke kubur Nabi saw, apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab: �Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah, sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat�. (Al-Syifa� karangan Qadli �Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32).
Demikian juga ketika Imam Ahmad bin Hanbal bertawassul kepada Imam Syafi�i dalam doanya, maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya, maka Imam Ahmad menjawab : �Syafii ibarat matahari bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita� (Syawahid al-Haq, Yusuf bin Ismail an-Nabhani: hal, 166)
(شواهد الحق ليوسف بن إسماعيل النبهانى ص:166)
Demikian juga perkataan imam syafi�i dalam salah satu syairnya:
آل النبى ذريعتى # وهم إليه وسيلتى
أرجو بهم أعطى غدا # بيدى اليمن صحيفتى
( الصواعق المحرقة لأحمد بن حجر المكى ص:180)
�Keluarga Nabi adalah familiku, Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad),
Aku berharap melalui mereka, agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku�
(Ash-Shawaiq al-Muhriqah Ahmad Ibn Hajar al-Makki, hal: 180)
Pandangan Imam Taqyuddin Assubky
Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti�anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul, salafussholeh, para ulama,� serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang ulama� yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid�ah. (Syifa� Assaqom hal 160)
Pandangan Ibnu Taimiyah
Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Beliau berkata : �Dengan demikian, diperbolehkan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW dalam doa, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi:
أن النبي علم شخصا أن يقول : اللهم إنى أسألك وأتوسل إليك بنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى حاجتى ليقضيها فشفعه فيّ (أخرجه الترميذى وصححه).
Rasulullah s.a.w. mengajari seseorang berdoa: (artinya) �Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dan bertwassul kepada-MU melalui Nabi-Mu Muhammad yang penuh kasih, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya�faat�.

Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276)
Pandangan Imam Syaukani
Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain (orang sholeh), baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma� para shahabat.
Pandangan Muhammad bin Abdul Wahab.
Beliau melihat bahwa tawassul adalah sesuatu yang makruh menurut jumhur ulama� dan tidak sampai menuju pada tingkatan haram ataupun bid�ah bahkan musyrik. Dalam surat yang dikirimkan oleh Syekh Abdul Wahab kepada warga qushim bahwa beliau menghukumi kafir terhadap orang yang bertawassul kepada orang-orang sholeh., dan menghukumi kafir terhadap Al-Bushoiri atas perkataannya �YA AKROMAL KHOLQI� dan membakar Dalailul Khoirot. Maka beliau membantah : �Maha suci Engkau, ini adalah kebohongan besar. Dan ini diperkuat dengan surat beliau yang dikirimkan kepada warga majma�ah ( surat pertama dan kelima belas dari kumpulan surat-surat syekh Abdul Wahab hal 12 dan 64, atau kumpulan fatwa syekh Abdul Wahab yang diterbitkan oleh Universitas Muhammad Bin Suud Riyad bagian ketiga hal 68)

Dalil-dalil Yang Melarang Tawassul
Dalil yang dijadikan landasan oleh pendapat yang melarang tawassul adalah sebagai berikut:
1. Surat Zumar, 2:
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): �Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya�. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
Orang yang bertwassul kepada orang sholih maupun kepada para kekasih Allah, dianggap sama dengan sikap orang kafir ketika menyembah berhala yang dianggapnya sebuah perantara kepada Allah.
Namun kalau dicermati, terdapat perbedaan antara tawassul dan ritual orang kafir seperti disebutkan dalam ayat tersebut, tawassul semata dalam berdoa dan tidak ada unsur menyembah kepada yang dijadikan tawassul , sedangkan orang kafir telah menyembah perantara, tawassul juga dengan sesuatu yang dicintai Allah sedangkan orang kafir bertwassul dengan berhala yang sangat dibenci Allah.
2. Surah al-Baqarah [2] : 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo�a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Allah Maha dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaNya. Jika Allah maha dekat, mengapa perlu tawassul dan mengapa memerlukan sekat antara kita dan Allah.
Namun dalil-dalil di atas menujukkan bahwa meskipun Allah maha dekat, berdoa melalui tawassul dan perantara adalah salah satu cara untuk berdoa. Banyak jalan untuk menuju Allah SWT dan banyak cara untuk berdoa, salah satunya adalah melalui tawassul.
3. Surat Jin [72] : 18
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
Kita dilarang ketika menyembah dan berdoa kepada Allah sambil menyekutukan dan mendampingkan siapapun selain Allah. Seperti ayat pertama, ayat ini dalam konteks menyembah Allah dan meminta sesuatu kepada selain Allah. Sedangkan tawassul adalah meminta kepada Allah, hanya saja melalui perantara.
Kesimpulan
Tawassul dengan perbuatan dan amal sholeh kita yang baik diperbolehkan menurut kesepakatan ulama�. Demikian juga tawassul kepada Rasulullah s.a.w. juga diperboleh sesuai dalil-dalil di atas. Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan yang mulia disisi Allah SWT, maka tidak ada salahnya jika kita bertawassul terhadap kekasih Allah SWT yang paling dicintai, dan begitu juga dengan orang-orang yang sholeh.
Selama ini para ulama yang memperbolehkan tawassul dan melakukannya tidak ada yang berkeyakinan sedikitpun bahwa mereka (yang dijadikan sebagai perantara) adalah yang mengabulkan permintaan ataupun yang memberi madlorot. Mereka berkeyakinan bahwa hanya Allah-lah yang berhak memberi dan menolak doa hamba-Nya.
Lagi pula berdasarkan hadis-hadis yang telah dipaparkan diatas menunjukakn bahwa perbuatan tersebut bukan merupakan suatu yang baru dikalangan umat islam dan sudah dilakukan para ulama terdahulu. Jadi jikalau ada umat islam yang melakukan tawassul sebaiknya kita hormati mereka karena mereka tentu mempunyai dalil dan landasan yang cukup kuat dari Quran dan Hadist.
Tawassul adalah masalah khilafiyah di antara para ulama Islam, ada yang memperbolehkan dan ada yang melarangnya, ada yang menganggapnya sunnah dan ada juga yang menganggapnya makruh. Kita umat Islam harus saling menghormati dalam masalah khilafiyah dan jangan sampai saling bermusuhan.
Dalam menyikapi masalah tawassul kita juga jangan mudah terjebak oleh isu bid�ah yang telah mencabik-cabik persatuan dan ukhuwah kita. Kita jangan dengan mudah menuduh umat Islam yang bertawassul telah melakukan bid�ah dan sesat, apalagi sampai menganggap mereka menyekutukan Allah, karena mereka mempunyai landasan dan dalil yang kuat.
Tidak hanya dalam masalah tawassul, sebelum kita mengangkat isu bid�ah pada permasalahan yang sifatnya khilafiyah, sebaiknya kita membaca dan meneliti secara baik dan komprehensif masalah tersebut sehingga kita tidak mudah terjebak oleh hembusan teologi permusuhan yang sekarang sedang gencar mengancam umat Islam secara umum.
Memang masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang muslim awam dalam melakukan tawassul, seperti menganggap yang dijadikan tawassul mempunyai kekuatan, atau bahkan meminta-minta kepada orang yang dijadikan perantara tawassul, bertawassul dengan orang yang bukan sholeh tapi tokoh-tokoh masyarakat yang telah meninggal dunia dan belum tentu beragama Islam, atau bertawassul dengan kuburan orang-orang terdahulu, meminta-minta ke makam wali-wali Allah, bukan bertawassul kepada para ulama dan kekasih Allah. Itu semua tantangan dakwah kita semua untuk kita luruskan sesuai dengan konsep tawassul yang dijelaskan dalil-dalil di atas.

"KEBENARAN HANYA HANYA MILIK ALLAH SWT, TAK PERLU DI PERDEBATKAN"
Wallahu a�lam bissowab

Sumber :
Ustadz Agus Zainal Arifin, Hiroshima
Ustadz Muhammad Niam, Islamabad
Ustadz Ulin Niam Masruri, Islamabad


Blog ku :
amirbahtra08e.blogspot.com
Facebook dan E-mail:
amir_bahtra@yahoo.co.id

FILOSOFI 4 UNSUR

“KISAH 4 LILIN”

 Ada 4 lilin yang menyala sedikit demi sedikit habis meleleh.
 Suasana begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka.

 Lilin ke-1 berkata : ”Aku adalah DAMAI
Namun manusia tak mampu menjagaku : Maka lebih baik aku mematikan diriku sendiri saja”.
• Demikianlah sedikit demi sedikit Sang lilin padam.

 Lilin ke-2 berkata : ”Aku adalah IMAN
Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala”.
• Begitulah selesai bicara, dan tiupan angin sacara perlahan memadamkannya.

 Dengan sedikit waktu Lilin ke-3 bicara...
”Aku Adalah CINTA
Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala
Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci kelurganya.”
• Tanpa menunggu waktu lagi, maka matilah lilin ke-3

 Tanpa Terduga...

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan anak itu berkata :
 Eiiii.....gght, apa yang terjadi???! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!!!”
Lalu ia menangis tersedu-sedu
 Lalu dengan terharu lilin ke-4 berkata :
”Jangan takut,
Jangan menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu dapat menyalakan ketiga lilin lainya:
Akulah harapan”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah Harapan yang ada dalam hati kita
Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali IMAN, DAMAI, CINTA dengan HARAPAN-Nya....!!!

CO CUIIIT

---------/ ;;;; \ ____----- .;;.
--------|;(;;;-""-------`'-.,';;;;;\
---------\;'-------------------';;);/
--------/------------------------\;'
-------/------.;.-------.;.--------\
------|------;;σ;;----;;σ;;------|
------ ;----- '"-'`----`'-"'----- /
------/\-----------._. ---------/
-----;;;;;;_-----,_Y_,---- _.'
----/;;;;;;;\-`---.___.--- ';.
---/|;;;;;;;;;.__.;;;.-------\\
--; -\ ;;;;;;;;;;;;;;;;;;\------;\__--.;.
--|-----';;;;;;;;;;=;;;;'-------|-__;;;;/
--|-------`""`- .------._-----/;/;;\;;/
-/ ;------------/;;;;;;;-;/;;;;;;;/--|;/
-\_,\----------|;;;;;;;;;;;;;;;;;;|-|
------'-...----- ';;;;;;;;;;;;;;;;;;\/
Tє∂∂Y bEaR the sign of friendship!
sending to you as a friend

THANX FOR BEING MY FRIEND
--o@@@@@@----------------@@@@@@!
-o@@@@!!!!!;;;@-------@...................::;!@
“@@@!!!!!!!;;;;;;;;@---@.................:;;;;;;!@
@@@!!!!!!!;;;;;;:::.@@..................:;;;;;;;;;!@
@@!!!!!!!!!;;:::::.............................;;;;;;;;;;!@
@@@!!!!!;::::.......The better............;;;;;;;;!@
-@@!!!!;;:::::...friends is the ...............;;:;!@
--@@!!:;;:::::::: best thing......................;;!@
----@!!!!;:THAT GOD CREATED".....@
------!!!!!;:::::::::................................@
--------!!!;:::::::::::........................@Therefore
-----------!!!;;:::::::::.................@I Valorize
-------------:::::::::::.............@The ones that I have
----------------::::::::......@ This include
--------------------:::::.@ MY FRIEND "

__________u r so sweet_____u r so sweetu
____u r so sweetu r so __u r so sweetu r so
___u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so
__u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so sw
_u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so swee
_u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so sweet
u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so sweetu.
u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so swee_u
u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so sweetu
u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so sweetu
_u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so swee
__u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so sw
____u r so sweetu r so sweetu r so sweetu r so
______u r so sweetu r so sweetu r so sweetu
_________u r so sweetu r so sweetu r so s
____________u r so sweetu r so sweetu
______________u r so sweetu r so s
_________________u r so sweetu
___________________u r so sw
_____________________u r so
______________________u r

Blog ku :
amirbahtra08e.blogspot.com
Facebook dan E-mail:
amir_bahtra@yahoo.co.id

Selasa, 20 April 2010

Kesehatan Reproduksi Remaja

MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA


Pada masa remaja, homon hormon seksual belum stabil. Pada masa inilah remaja mengalami Pubertas. Pubertas ditandai dengan kematangan organ organ reproduksi termasuk pertumbuhan seks sekunder. Pada masa ini juga remaja mengalami pertumbuhan fisik yang cepat.
Pada masa remaja ini kesehatan reproduksi harus benar benar dijaga karena apabila tidak akan berdampak buruk pada masa depan. Selain itu akan timbul penyakit penyakit seperti Penyakit Menular Seksual (PMS).

1. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

• Apa yang di maksud PMS ?
PMS adalah penyakit mengenai alat (organ) reproduksi Laki Laki / Perempuan. Terutama akibat dari hubungan seksual dengan orang yang sudah terjangkit penyakit kelamin.

• Bagaimana PMS menular ke tubuh kita ?
PMS dapat menular melalui cairan Vagina,cairan Sperma,cairan Darah atau adanya perlukaan dan lain lain.
Selain itu ada juga PMS yang tidak di tularkan dari hubungan seksual. Misalnya keputihan yang lebih disebabakan oleh kuman atau bakteri yang masuk ke Vagina, akibat pemeliharaan kebersihan yang kurang baik.

2. HIV/AIDS

• Apa yang dimaksud HIV/AIDS ?
HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus,virus ini merusak system
kekebalan tubuh manusia. HIV dengan perantara darah,sperma atau cairan vagina masuk kedalam
aliran pembuluh darah. Kemudian merusak sistem kekebalan tubuh individu,setelah beberapa tahun
jumlah HIV semakin banyak sehingga sistem kekebalan tubuh tidak lagi mampu melawan bibit
penyakit yang masuk.

• Bagaimana proses penularan HIV ?
HIV menular melalui kontak darah dan kontak seksual dengan mereka yang sudah terpapar HIV. Syarat utama penularan HIV untuk masu ke dalam tubuh melalui :
1. Aliran darah,bisa berbebtuk luka
2. cairan Sperma
3. cairan Vagina
HIV tidak menular melalui jabat tangan. HIV Memang hidup di seluruh cairan tubuh
termasuk air liur maupun keringat. Deep Kissing tidak menularkan HIV,yang berisiko adalah bila
di bagisn mulut pasangan berciuman terdapat luka yang menganga (SARIAWAN) sehingga virus
pasangan akan masuk ke dalam tubuh melalui luka. Begitu juga kontak keringat dengan orang yang
terpapar HIV.


HORMON YANG TERDAPAT PADA REMAJA PEREMPUAN DAN LAKI LAKI

1. Hormon Ekstrogen
Adalah hormon yang terdapat pada tubuh remaja perempuan. Hormon ini memebuat seorang anak perempuan memiliki sifat kewanitaan saat remaja.
Selain hormon Ekstrogen juga terdapat hormon Progesteron yakni hormon yang berfungsi mempertebal dinding rahim.

2. Hormon Testosteron
Adalah hormon pada remaja laki laki yang dihasilkan oleh Testis. Hormon ini beraqda dalam darah dan mempengaruhi alat alat dalam tubuh serta menyebabkan terjadinya beberapa pertumbuhan seks primer.

** Organ organ reproduksi Perempuan meliputi :
a. Ovarium
b. Tuba Falopii
c. Uterus
d. Vagina
e. Vulva

** Organ organ reproduksi Laki Laki meliputi :
a. Penis
b. Glans
c. Uretra
d. Vas Deferens
e. Epidydimis
f. Testis
g. Scrotum
h. Kelenjar Prostat
i. Vesikula Seminalis
j. Kndung Kencing


Cara menjaga kesehatan Reproduksi Remaja sebagai berikut :

1. tidak melakukan Free Seks
2. rutin / setiap hari nganti pakaian dalam
3. tidak memebersihkan organ Reproduksi dengan sabun.
4. cukur rambut kamaluan secara rutin
5. mencuci bersih organ Reproduksi dengan bersih setelah buang air kecul maupun besar agar sisa air seni / air kencing tidak menempel pada kulit kelamin.

Tentang Ziarah Kubur

PENGERTIAN ZIARAH KUBUR

Ziarah kubur adalah mendatangi kuburan dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur dan sebagai pelajaran (ibrah) bagi peziarah bahwa tidak lama lagi juga akan menyusul menghuni kuburan sehingga dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.
Ketahuilah berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam dan berdoa di Pekuburan Baqi’, dan berkali kali beliau saw melakukannya, demikian diriwayatkan dalam shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda : “Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah”. (Shahih Muslim hadits no.977 dan 1977)
Baca selengkapnya disini

:http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/2008/04/28/ziarah-kubur-dalam-pandangan-ahlus-sunnah/#more-136

Tips dan Tata Cara Ziarah Kubur yang Baik dan Benar (Agama Islam)

Dari pengertian dan definisinya ziarah kubur adalah suatu kegiatan atau aktivitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal. Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya anda mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi.

Contoh makam yang orangnya dulu pernah kita kenal adalah seperti makam orang tua, saudara, teman, guru, tetangga, pacar, dan lain sebagainya. Ziarah ke kuburan yang orangnya dulu tidak kita kenal adalah seperti menziarahi taman makam pahlawan, makam ulama islam, dan lain-lain.

Adab Dalam Berziarah ke
tempat pemakaman yang Baik dan Benar Menurut Islam :

1. Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman.
2. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT, Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal atau seperti ingin ke
tempat rekreasi atau rekreasi keluarga.
3. Tidak duduk, menginjak-injak, tidur-tiduran, dll di atas makam orang mati
4. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air besar, kencing, meludah, melakukan hubungan suami isteri, buang sampah sembarangan, dan lain-lain.
5. Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur
6. Mendoakan arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur sana dengan ikhlas
.

ZIARAH KUBUR ANTARA SUNNAH DAN BID'AH


Dalam tradisi Islam, ziarah kubur merupakan bagian dari ritual ke agamaan. Seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia telah melakukannya. Pada zaman permulaan Islam berkembang Nabi Muhammad SAW melarang kaum muslimin menziarahi kuburan. Larangan ini lantaran kekhawatiran terjadi kesyirikan dan pemujaan terhadap keburan tersebut. Apalagi bila yang mati itu adalah termasuk orang-orang yang saleh. Di samping itu keimanan para sahabat masih lemah dan membutuhkan pembinaan dari Rasulullah SAW.
Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para sahabat saat itu, tetapi juga kepada umat sekarang ini sebagai generasi berikutnya. Ternyata kalau kita perhatikan apa yang dikhawatirkan Rasulullah SAW memang terjadi saat ini. Di zaman ini banyak kaum muslimin yang salah dalam menerapkan ziarah kubur. Mereka melakukan ziarah kubur hanya sekedar mengikuti adat dan tradisi daerah. Sehingga syariat Islam bercampur tradisi yang sesat.
Hikmah dan manfaat ziarah kubur
Ziarah kubur banyak memiliki hikmah dan manfaat, di antara yang terpenting adalah :

1. Ia akan mengingatkan akhirat dan kematian sehingga dapat memberikan pelaja ran dan ibrah bagi orang yang berziarah. Sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam kehidaupan.

2. Mendoakan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohonkan ampuna untuk mereka atas segala amalan di dunia.

3. Untuk menghidupkan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

4. Untuk mendapatkan pahala kebaikan dari Allah dengan ziarah kubur yang dilaku kannya.

Ziarah kubur adalah wasilah menuju Allah swt.

Melihat kuburan yang sunyi,gelap,timbunan tanah diatasnya akan menggerakkan hatii dan jiwa manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Bila seseorang meli hatnya lebih dalam lagi maka akan berkata pada dirinya sendiri; ''Kehidupan dunia adalah sementara karenanya beberapa saat lagi akan berakhir dengan kemusnahan seluruh kebutuhan materi yang selama ini dicari dengan berbagai cara, adakah bekal ruhani yang telah dipersiapkan untuk kehidupan di alam sana?''
Menyaksikan nisan-nisan dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun, membuat pendengaran yang paling tuli dan memberikan cahaya kepada penglihatan yang paling samar. Menyebabkan orang melihat kembali cara hidupnya, mengevaluasinya, berpikir mengenai pertanggung jawaban nya yang berat dihadapan Allah dan manusia serta terhadap kurangnya amal kebajikan yang telah dibuat.
Di samping itu, ziarah kubur, terutama kepada para Nabi dan orang-orang saleh, dapat memberikan berkah dan tempat untuk mendapatkan wasilah serta syafaat dalam perjalanan ruhani menuju Allah SWT. Kelak, kata Rasulullah, dalam hadisnya, ''di akhirat ketika tidak ada lagi pembela di hadapan Allah Ta'ala, kalian akan mendapatkan syafaat dariku, ahlul baitku, para syuhada dan orang-orang saleh di antara kalian.''
Di dalam Al-Quran disebutkan antara lain tugas Rasulullah SAW (dilanjutkan para ulama) dalam membimbing umat manusia adalah mensucikan hati. ''Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka yang membacakan ayat-ayat Allah, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah. Susungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.''(QS.62:2).
Sunnah-sunnah dalam ziarah kubur

Manfaat dan hikmah yang telah tersebut diatas dapat diperoleh dengan sempurna apabila seseorang yang akan melakukan ziarah kubur harus mengetahui sunnah dan tata cara berziarah yang benar sesuai tuntunan syari’at. Diantara petunjuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam ziarah kubur adalah sebagai berikut:

1. Ziarah kubur dapat dilakukan setiap saat dan kapan saja, tidak ada kekhususan hari atau waktu tertentu karena salah satu inti dari ziarah kubur adalah agar dapat memberi pelajaran dan peringatan agar hati yang keras menjadi lunak, hati tersentuh sehingga menitikkan air mata. Selain itu agar kita menyampaikan do’a dan salam untuk mereka yang telah mendahului kita memasuki alam kubur.

2. Ketika ziarah kubur disertai dalam benak kita rasa takut kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya dan hanya bertujuan mencari keridhaan-Nya semata.

3. Mengucapakan salam kepada ahli kubur, mendoakan mereka agar mendapatkan rahmat, ampunan dan afiyah (kekuatan). Diantara doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah yang artinya : "Keselamatan semoga terlimpah kepada para penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului (meninggal) diantara kami dan yang belakangan, insya Allah kami semua akan menyusul (Anda)". (lafazh ini berdasar riwayat Imam Muslim)

Bid'ah-bid'ah dalam ziarah kubur

1. Mengkhususkan hari-hari tertentu dalam melakukan ziarah kubur, seperti harus pada hari Jum’at, tujuh atau empat puluh hari setelah kematian, pada hari raya dan sebagainya. Semua itu tak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan beliaupun tidak pernah mengkhususkan hari-hari tertentu untuk berziarah kubur.

2. Thawaf (mengelilingi) kuburan, beristighatsah (minta perlindungan) kepada penghuninya terutama sering terjadi dikuburan orang shalih, ini termasuk syirik besar. Demikian pula menyembelih disisi kuburan dan ditujukan karena si mayit.

3. Menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid untuk pelaksanaan ibadah dan acara-acara ritual.

4. Sujud, membungkuk kearah kuburan, kemudian mencium dan mengusapnya.

5. Shalat diatas kuburan, ini tidak diperbolehkan kecuali shalat jenazah bagi yang ketinggalan dalam menyolatkan si mayit.

6. Membagikan makanan atau mengadakan acara makan-makan di kuburan.

7. Membangun kubur, memberi penerangan (lampu), memasang selambu atau tenda diatasnya.

8. Menaburkan bunga-bunga dan pelepah pepohonan diatas pusara kubur. Adapun apa yang dilakukan Rasulullah ketika meletakkan pelepah kurma diatas kubur adalah kekhususan untuk beliau dan berkaitan denga perkara ghaib, karena Allah memperlihatkan keadaan penghuni kubur yang sedang disiksa.

9. Memasang prasasti baik dari batu marmer maupun kayu dengan menuliskan nama, umur, tanggal lahir dan wafatnya si mayit.

10. Mempunyai persangkaan bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab sehing-ga harus memilih tempat tersebut.

11. Membawa dan membaca Mushaf Al Qur’an di atas kubur, dengan keyakinan bahwa membaca di situ memiliki keutamaan. Juga mengkhususkan membaca surat Ya sin dan Al Fatihah untuk para arwah.

12. Ziarahnya para wanita ke kuburan, padahal dalam hadits Rasulullah jelas-jelas telah bersabda:
“Allah melaknat para wanita yang sering berziarah kubur dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid”(Riwayat Imam Ahmad dan Ahlus sunan secara marfu’)

13. Meninggikan gundukan kubur melebihi satu dhira’ (sehasta) yakni kurang lebih 40cm.

14. Berdiri di depan kubur sambil bersedekap tangan layaknya orang yang sedang shalat (terkesan meratapi atau mengheningkan cipta, red).

15. Buang hajat diatas kubur.

16. Membangun kubah, menyemen dan menembok kuburan dengan batu atau batu bata

17. Memakai sandal ketika memasuki komplek pemakaman, namun dibolehkan jika ada hal yang mambahayakan seperti duri, kerikil tajam atau pecahan kaca dan sebagainya, atau ketika sangat terik dan kaki tidak tahan untuk menginjak tanah yang panas.

18. Membaca dzikir-dzikir tertentu ketika membawa jenazah, demikian pula mengantar jenazah dengan membawa tempat pedupaan untuk membakar kayu cendana atau kemenyan.

19. Duduk di atas kuburan

20. Membawa jenazah dengan sangat pelan-pelan dan langkah yang lambat, ini termasuk meniru ahli kitab Yahudi dan menyelisihi sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

21. Menjadikan kuburan sebagai ied dan tempat berkumpul untuk menyelenggarakan acara-acara ibadah disana.

Kesimpulan :

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwasanya ziarah kubur itu ada dua macam:

1. Ziarah syar’iyah yang diizinkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan dalam ziarah ini ada dua tujuan, pertama bagi yang melakukan ziarah akan dapat mengambil pelajaran dan peringatan, yang kedua bagi mayit ia akan mendapatkan ucapan salam dan doa dari orang yang berziarah.

2. Ziarah bid’iyah yaitu ziarah kubur untuk tujuan-tujuan tertentu bukan sebagaimana yang tersebut di atas, di antaranya untuk shalat di sana, thawaf, mencium dan mengusap-usapnya, mengambil sebagian dari tanah atau batunya untuk tabaruk, dan memohon kepada penghuni kubur agar dapat memberi pertolongan, kelancaran rizki, kesehatan, keturunan atau agar dapat melunasi hutang dan terbebas dari segala petaka dan marabahaya dan permintaan-permintaan lain yang hanya biasa dilakukan oleh para penyembah berhala dan patung saja.

Maka selayaknya setiap muslim berpegang dengan ajaran agamanya, dengan kitabullah dan sunnah nabinya serta menjauhi segala bentuk bid’ah dan khurafat yang tidak pernah diajarkan dalam Islam. Dengan itu maka akan diperoleh kebahagiaan di dunia maupun diakherat kelak, karena seluruh kebaikan itu ada dalam ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya sedang keburukan selalu ada dalam kemaksiatan dan ketidaktaatan. Allahu A'lam.

Sumber Bacaan :

1. Makalah Ziarah Kubur antara Sunnah dan Bid'ah (internet)

2. Menziarahi Kubur Menurut Islam (internet)

3. Ziarah Kubur Merupakan Wasilah Menuju Allah SWT (internet)

4. Ziarah Kubur (internet)

Ziarah Kubur oleh Ibnu Taimiyah.

ABSTRAK

Aktivitas ziarah kubur bagi sebagian golongan dalam Islam terutama bagi orang awam bukan lagi semata mendo'akan arwah leluhur melainkan ada juga yang telah melenceng jauh, yakni ziarah dianggap sebagai sarana komunikasi antara orang yang sudah meninggal dengan yang masih hidup sehingga adanya pemujaan terhadap ruh, sehingga ada sebagian dari golongan dalam Islam yang secara ekstrim melarang untuk melakukan ziarah kubur dikarenakan hal demikian adalah bid'ah. Padahal jika dilihat fungsi yang sebenarnya dari ziarah adalah pendekatan diri kepada Allah SWT serta satu media mengingat pada kematian dan ziarah juga merupakan sarana untuk mendo'akan orang yang telah meninggal dunia. Hal ini juga sejalan dengan akidah tentang tauhid dan doktrin keagamaan mazhab kaum Syi'ah. Memang, jika dikaitkan dengan mazhab-mazhab atau golongan dalam Islam. Sebagian menganggapnya tidak masalah karena merupakan perbuatan yang mustahab (dianjurkan, disunatkan), sebagian kalangan lain menganggap tidak perlu dilestarikan karena ditakutkan menyimpang pada kemusyrikan.

Oleh sebab itu peneliti merasa tertarik untuk mengkaji tentang ziarah kubur menurut Syi'ah yang terdapat dalam kitab hadis al-Kafi dengan tujuan untuk mengetahui hakekat, fungsi, bentuk-bentuk, tata cara, serta keutamaan ziarah kubur dalam Syi'ah. Penelitian ini berdasarkan atas hadis-hadis tentang ziarah kubur dalam kitab hadis al-Kafi karya al-Kulaini. al-Kafi adalah salah satu kitab hadis yang menduduki peringkat tertinggi di kalangan Syi'ah, serta pengarangnya al-Kulaini adalah seorang ulama Syi'ah terkenal dan termasuk generasi ahli hadis ke empat serta merupakan sosok fenomenal di mana beliau selain seorang faqih sekaligus juga seorang muhadis.

Fokus kajian dalam penelitian ini akan menelaah hadis-hadis tentang ziarah kubur dalam kitab Furu' al-Kafi karya al-Kulaini. Penelitian ini menggunakan literatur kepustakaan sebagai prespektif keilmuan dasar. Dalam pengolahan data digunakan metode deskriptif analitik, yakni pencarian data dengan interpretasi yang tepat kemudian di analisis dengan menguraikan data dengan sumber yang ada.

Dari hasil penelitian ini bahwa ziarah kubur menurut Syi'ah tidaklah termasuk perbuatan musyrik, akan tetapi termasuk perbuatan mustahab (dianjurkan, sunah), sebagaimana yang telah ditunjukan dalam hukum (syara') dengan berdasarkan pada hadis-hadis yang terdapat dalam kitab al-kafi. Pada hakekatnya ziarah kubur termasuk bentuk wujud ketaatan dan kedekatan yang paling utama, setelah ibadah yang wajib. Sebab, ziarah kubur merupakan hal terbaik dalam sunah memohon dan menyerahkan diri kepada Allah. Ziarah juga merupakan media komunikasi yang efektif antara seoarang peziarah dengan yang diziarahi. Dalam syariat yang suci terdapat dorongan dan penekanan yang sangat untuk saling menziarahi diantara sesama kaum muslimin, sehingga terealisir persatuan dan keridhaan Allah. Dari segi manfaatnya ziarah kubur memberikan banyak manfaat keagamaan dan sosial, yang diberikan oleh para imam, yaitu menambah eratnya hubungan cinta antara para imam dan pengikutnya, serta mengingatkan hati akan ajaran, akhlak, dan jihad mereka di jalan Allah.

Copyrights : Copyright � 2009 by Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Sabtu, 17 April 2010

MAKALAH PANCASILA

MAKALAH
PANCASILA


Dosen Pembimbing :
Drs. Kustomo









Disusun Oleh :

Kelompok 9
1. Amirul M. ( 086202 )
2. Dian Triana ( 081352 )
3. Maulana Febrianto ( 086243 )
4. Ika Nur Lailiyah ( 081014 )
5. Jeffy ( )
6. Andit T. N. ( )


JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2008-E
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2008



KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Alloh SWT serta limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penyusunan tugas yang berjudul “PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI” bisa terselesaikan.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat Islam ke jalan yang benar.
Dalam penulisan tugas ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Drs. Kustomo selaku dosen pembimbing dan teman-teman yang telah membantu dalam penusunan tugas ini. Penulis menyadari bahwa kekurangan dan kesalahan banyak ditemui dalam penulisan tugas ini. Oleh karena itu kurang ariflah jika penulis tidak membuka dan mengharapkan kritik dan saran kostruktif dari semua pihak sehingga demi perbaikan selanjutnya






Jombang, November 2008


Penulis











BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang
Proses pembangunan dalam PJP II Pelita ke tujuh ini menghadapi tantangan yang sangat hebat, yaitu terjadinya krisis ekonomi yang kemudian disertai dengan krisis politik yang pada gilirannya munculnya gerakan reformasi yang menuntut penataan kembali pemerintahan negara yang benar, demokratis, dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)
Hal ini adalah sebagai akibat praktek kehidupan selama orba yang penuh dengan KKN ditambah lagi dengan pengaruh global baik secara langsung maupun tidak langsung.
Oleh karena itu dalam era reformasi dan pengaruh global yang sangat kuat dengan melalui reformasi, maka tidak mengherankan banyak pengaruh ideologi lain terhadapkesatuan dan persatuan indonesia. Maka agar bangsa indonesia tidak jatuh lebih parah lagi maka harus memiliki kewaspadaan nasional.

B.Tujuan
Agar meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial
Untuk menciptakan pranata sosial dan dinamis
Untuk mengamalkan pancasila

C.Manfaat
Meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial
Menciptakan pranata sosial yang dinamis






BAB II
KEWASPADAAN NASIONAL

A.Pengantar
Proses pembangunan dalam PJP II Pelita ke tujuh ini menghadapai tantangan yang sangat hebat, yaitu terjadinya krisis ekonomi yang kemudian disertai krisis politik yang pada gilirannya muncul gerakan reformasi yang menuntut penataan kembali pemerintahan Negara yang benar-benar demokratis dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Ekonomi Indonesia pada pelita ke tujuh ini mengalamai kehancuran sehingga praktis GBHN tidak dapat di realisasikan sesuai dengan rencana yang telah digariskan oleh MPR, terutama yang berkaitan dengan dana yang mengalami tekanan yang sangat hebat. Hal ini adalah sebagai akibat praktek kehidupan pemerintahan selama Orba yang penuh dengan KKN, ditambah lagi dengan pengaruh global sehingga krisis politik dan ekonomi tidakdapat dilepaskan dengan pengaruh global baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya hutang luar negeri, ketergantungan pada dana moneter internasional IMF dan lain sebagainya.
Oleh karena itu dalam era reformasi dan pengaruh global yang sangat kuat dewasa ini dengan melalui reformasi, maka tidak mengherankan banyak pengaruh-pengaruh ideologi lain terhadap kesatuan dan persatuan Indonesia. Maka agar bangsa Indonesia tidak jatuh lebih para lagi maka harus memiliki kewaspadaan nasional berikut ini.
B.Hakikat Kewaspadaan Nasional
Kewaspadaan adalah merupakan manifestasi aktual dari kemampuan intelektual manusia dengan sadar untuk menentukan sikapnya terhadap masalah yang dihadapi dan mengambil keputusan sebagai pilihannya yang baik dan benar. Dengan demikian, kewaspadaan nasional berarti kesadaran dan kesiagaan bangsa untuk melihat dengan tajam dan teliti masalah yang dihadapi secara nasional, baik dalam bentuk kerawanan, gangguan, hambatan, ataupun tantangan serta mampu menemukan peluang yang terbuka sehingga dapat mengambil keputusan dan sikap yang benar dan baik bagi keselamatan, kelestarian dan kepentingan bangsa dan negara. Dengan demikian, terbuka peluang yang makin besar bagi bangsa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang melibatkan segala aspek kehidupan bangsa dan dengan demikian membentuk dan memiliki suatu kekuatan yang real dan efektif, yang berupa kemampuan dan ketangguhan bangsa untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kondisi bangsa yang dimaksud itu adalah ketahanan nasional yang pada hakikatnya bersifat dinamis dan merupakan wujud yang integral dari aspek-aspek kehidupan bangsa, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan.
C.Kewaspadaan dalam Mengamalkan Pancasila
Dalam kondisi bangsa dan negara yang sedang melakukan reformasi ini maka banyak Ancaman, Gangguan, Hambatan serta Tantangan yang harus diwaspadai oleh bangsa Indonesia.
1.Cara Berpikir dan Mentalitas yang Perlu Diwaspadai
Berbagai sikap dan cara hidup dalam bermasyarakat yang perlu diwaspadai yang menimbulkan berbagai kerawanan antara lain sebagai berikut :
a).Sikap Materialistis
Sikap menghargai materi adalah baik, akan tetapi mendewakan materi dengan menganggapnya sebagai ukuran dasar untuk menilai makna hidup adalah bertentangan dengan nilai pancasila dan mengakibatkan manusia cenderung serakah. Hal yang demikian ini mengakibatkan sikap yang tidak peka terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan terutama terhadap nilai-nilai ketuhanan.
b).Mentalitas yang Berorientasi pada kekuatan dan Kekerasan
Mentalitas ini tercermin dalam perilaku yang midah mengambil sikap atau tindakan kekerasan sebagai cara menangani masalah yang dihadapinya. Bagi aparatur negara atau penyelenggara negara, ikap yang demikian ini jelas tidak demokratis dan mencerminkan tindakan negara kekuasaan dan bukan negara hukum. Hal yang demikian ini menunjukkan kemiskinanan budaya serta membahayakan masyarakat.
c).Sikap yang Formalistis
Kalaupun sikap ini nampaknya mematuhi peraturan, namun pada dasarnya tidak dapat menghargai makna peraturan dan cenderung menyalahgunakannya. Sikap ini menjadi lemah dan tidak kukuh dalam pendirian. Konsekuensinya mudah terjerumus dalam kemunafikan.
d).Sikap yang Primordial
Sikap primordial adalah sikap yang sempit dan isolatif serta hanya mengutamakan kepentingan asal-usul kelompok seperti marga, ras, suku, golongan, daerah, maupun agama. Primordilalisme sebagai sikap yang mementingkan persepsi, pandangan dan kepentingan kelompok ikatan lama, antara lain mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :
1).Mempersempit moralitas pengakuan terhadap kesamaan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa serta membatasi hanya kepada kelompok saja.
2).Melunturkan wawasan kebangsaan serta persatuan dan kesatuan bangsa.
3).Mempersulit upaya pencapaian konsensus nasional dan loyalitas bersama sebagai suatu bangsa.
4).Cenderung mengingkari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2.Sumber Ancaman Gangguan, Hambatan dan Tantangan
a).Komunisme
Pelopor aliran Komunisme adalah Karl Marx abad 19, yang beraliran sosialis radikal. Ajaran Marx tersebut Marxisme dikembangkan oleh Lenin menjadi Marxisme-Leninisme, yang kemudian juga oleh Stalin dijadikan dasar ideologi negara komunis. Pokok komunisme yang bertentangan dengan pancasila antara lain sebagai berikut :
1).Ajaran komunisme bersifat atheis, karena ajaran komunisme didasarkan atas kebendaan, maka ajaran komunisme tidak percaya adanya Tuhan.
2).Komunisme adalah internasionalisme, yaitu prinsipnya masyarakat komunis adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi oleh kesadaran nasional. Maka komunisme menghendaki masyarakat tanpa nasionalisme, hal ini bertentangan dengan sila persatuan Indonesia.
3).Komunisme membangun negara berdasarkan kelas. Adapaun ciri-ciri kahs yang diterapkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia adalah sebagai berikut :
1.Menciptakan situasi konflik dengan mengadu domba beberapa pihak tertentu (pertentangan kelas)
2.Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
3.Bilamana golongan komunis telah merasa kuat dalam masyarakat maka akanmengadakan pemberontakan untuk menguasai negara.
b).Liberalisme
Ajaran liberalisme bertitik tolak dari paham individualisme yang mendasarkan pada hak dan kebebasan individu yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa kecuali dengan persetujuannya. Kemudian pada abad 19 individualisme mengembangkan kapitalisme yang eksploitatif, penguasaan atas alat produksi oleh para kapitalis dan pemerasan atas buruh, walaupun kemudian berangsur-angsur melakukan perbaikan atas nasib buruh.
c).Fasisme dan militerisme
Fasisme pada dasarnya mendambakan suatu negara yang kuat, dengan pemusatan kekuasaan yang tunggal denganmembangun orientasi nasionalisme eksklusif dengan mengandalkan kekuatan militer sehingga menganggap rendah harkat dan martabat bangsa serta manusia lain. Paham ini jelas bertentangan dengan pancasila yang Berketuhanan yang maha Esa, Berkemanusiaan, Berpersatuan Berkerakyatan dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
d).Pragmatisme
Pragmatisme adalah suatu paham yang hanya menghargai manfaat atau guna secara praktis sebagai hasil akhir, dan bukan prinsip-prinsip yang mendasari usaha untuk memetik manfaat dan memberikan hasil. Jadi dalam kaitannya dengan Pancasila maka Pragmatisme pada hakikatnya adalah anti ideologi, karena ideologi adalah tidak ada manfaatnya.
3.Penanggulangan dan Pencegahan
Untuk menanggulangi kerawanan dan AGHT tersebut maka dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
a).Berpikir integralistik .
b).Meningkatkan pemasyarakatan dan pembudayaan Pancasila.
c).Membina kerukunan hidup umat beragama.
d).Meningkatkan ketaatan pada Hukum, Moral, dan Agama.
e).Meningkatkan kemampuan berpikir rasional dan kritis.
f).Meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial.
D.Kewaspadaan dalam Rangka Menegakkan UUD 1945
Dalam menegakkan UUD 1945 juga terdapat berbagai macam kerawanan yang harus diwaspadai, sebagai berikut :
1.Suasana Hubungan yang Menimbulakan Kerawanan
a.Suasana Hubungan yang Feodalistik
Suasana hubungan yang feodalistik tersebut adalah merupakan pengaruh penjajah dan masa kerajaan. Dalam negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan UUD 1945, setiap warga negara mempunyai kedudukanyang sama dimuka hukum dan pemerintahan dan tanpa membedakan suku, ras, asal-usul, juga tidak berorientasi pada penguasa.

b.Suasana Hubungan yang Otoriter
Inti sikap otoriter adalah mengandalklan kekuasaan belaka, dan tidak mengindahkan pendapat dan pertimbangan orang lain, walau baik sekalipun. Faktor emosional lebih dominan dibanding rasional sehingga instruksi nerupakan satu-satunya jalan komunikasi, dengan akibat potensi yang ada dalam masyarakat kurang mendapatkan kesempatan untuk dimanfaatkan sehingga frustasi dan apatisme makin meningkat dikalangan masyarakt banyak. Sikap atau hubungan yang otoriter, jelas tidak sesuai dengan semangat demokrasi.
c.Suasana Hubungan yang Totaliter
Sausana hubungan yang bersifat tertutup dan tidak membuka pintu kebebasan. Perbedaan pendapat cenderung ditekan secara represif. Suasana ini lebih kaku dari pada iklim otoriter karena membuat kehidupan masyarakt menjadi makin membeku. Jadi jelas tidak sesuai dengan ketentuan dan semangat UUD 1945 yang mengutamakan demokrasi dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
d.Suasana Hubungan yang Anarkhistis
Situasi yang anarkis menunjukkan tata kehidupan yang tidak menentu karena tatanan hukum tidak diperhatikan dan tidak ditetapkan dengna semestinya. Pada umumnya situasi yang anarkis timbul karena lemahnya kepemimpinan atau karena aspirasi rakyat tidak tertampung oleh struktur sosial yang ada, bahkan terhambat oleh struktur kekuasaan yang ada. Terutama dalam upaya bangsa Indonesia mengadakan reformasi ini suasana anarkis telah terjadi, diberbaai kota termasuk di Jakarta.
e.Suasana Hubungan yang Diskriminatif
Sikap atau suasana hubungan yang diskriminatif jelas tidak sesuai dengan ketentuan dan semangat UUD 1945 yang menghendaki persamaan setiap warga negara, juga bertentangan dengan wawasan kebangsaan yang terdiri atas kebhinekaan dan keragaman suku, adat, ras, golongan, dan agama.
f.Suasana Hubungan yang Eksplotatif
Suasana yang eksploitatif yaitu hubungan yang ada dalam masyarakat dan atau negara yang mengeksploitasi antara unsur masyarakat yang satu terhadap yang lainnya, baik dalam bidang politik, ekonomi hukum maupun kehidupan sosial. Oleh karen aitu kondisi tidak sesuai dengan UUD 1945 dan semangat reformasi dan justru reformasi untuk menghilangkan praktek eksploitasi melalui KKN.
2.Sumber AGHT
a.Sentralisme
Sentralisme yaitu keadaan dimana seluruh kekuasaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dan ditentukan dari pusat.
b.Nepotisme
Nepotisme adalah suatu kondisi hubungan dalam pemerintahan yang berdasarkan hubungan keluarga, antara lain pemberian kedudukan, jabatan, posisi, kekuasaan maupun fasilitas dalam pemerintahan berdasarkan hubungan keluarga (Ismail,1998). Nepotisme tidak sama dengan asas kekeluargaan yang terkandung dalam UUD 1945, karena asas kekeluargaan dalam UUD 1945 ukuran utama kemanfaatan, kesejahteraan adalah pada rakyat secara bersama sebagai suatu bangsa tanpa menghilangkan hak-hak warga negara sebagai individu. Dalam gerakan reformasi ini nepotisme merupakan penyakit pemerintahan dan akan dihilangkan dan praktek nepotismelah yang mengakibatkan korupsi dan kolusi.
c.Etatisme
Sistem ini menunjukkan suatu pemerintahan dengan kekuasaan sepenuhnya ada di tangan negara. Negaralah yang mengatur seluruh kehidupan masyarakat sehingga kurang memberikan peluang dan peran bagi warga masyarakat. Sistem ini bertentangan dengan UUD 1945 yang menjunjung tinggi demokratis. Akibat kondisi negara seperti ini masyarakat menjadi apatis yang menyerahkan segalanya pada negara, dan pada gilirannya negara menjadi semakin lemah dan rapuh.
d.Separatisme
Suatu sikap separatisme adalah sikap yang ingin memisahkan dari kesatuan negara dan bangsa Indonesia. Hal ini berkembang dari sikap fanatisme daerah, suku, ras, golongan, maupun agama. Keadaan yang semacam ini jelas tidak sesuai dengan UUD 1945 karena negara kita adalah negara yang kesatuan republik yang berkedaulatan rakyat, jadi tidak ada paham negara dalam negara.
e.Monopoli
Monopoli adalah penguasaan atas proses dan kegiatan ekonomi dengan segala unsur-unsurnya demi kepentingan pribadi atau sekelompok orang.
f.Absolutisme
Absolutisme adalah suatu sistem pemerintahan yang mendasarkan pada kekuasaan absolut. Artinya tidak ada pembagian kekuasaan, jadi kekuasaan bersifat memusat sehingga yang berkuasa sekaligus pembuat undang-undangserta pembuat keputusasn. Oleh karena itu dalam reformasi kecenderungan pemerintahan yang absolut harus ditata ulang.
g.Diktator
Diktator adalah manifestasi sistem pemerintahan, dengan kekuasaan dipegang oleh satu tangan. Pemerintahan disatu tangan ini bisa oleh partai tunggal, oleh kelompok, atau oleh perorangan. Pemerintah yang diktator tidak memperhatikan aspirasi rakyat jadi tidak perlu kritik maupun kontrol.
3.Penanggulangan dan Pencegahan
a.Mengusahakan sistem legislasi nasional yang terpadu.
b.Menciptakan pranata sosial yang terbuka dan dinamis.
c.Menciptakan pranata sosial yang didasari semangat kebersamaan.
d.Membina pola hubungan sosial yang adil.
e.Menyelenggarakan koordinasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan.

E.Kewaspadaan dalam Rangka Melaksanakan Pembangunan Nasional
Krisis ekonomi, politik, hukum maupunkepercayaan dalam rangka pelaksanaan pembangunan PJP II Pelita ketujuh ini, akan banyak menghadapi berbagai macam tantangan yang serius, terutama dalam rangka melakukan reformasi, oleh karena itu perlu diwaspadai berbagai kerawanan yang ada dalam masyarakat.
1.Kerawanan dalam Masyarakat
a.Korupsi dan Kolusi
Penguasaan dan perampasan hak-hak rakyat dalam praktek korupsi dan kolusi adalah target utama dalam reformasi, dan hal ini erat sekali kaitannya dengan praktek nepotisme.
b.Kemiskinan
Kemiskinan baik dalam arti absolute maupun dalam arti relatif, senantiasa merupakan faktor ketidakpuasan dan kegelisahan masyarakat. Kondisi kemiskinan ini merupakan faktor kerapuhan politik dalam suatu negara. Oleh karena itu dalam reformasi dewasa ini agenda utama yang harus diselesaikan adalah kemiskinan rakyat yang semakin parah, karena sudah menyangkut kebutuhan fisik minimum (KFM) antara lain sembako. Oleh karena itu pada pelaksanaan reformasi dewasa ini harus memiliki moral etik untuk menahan diri terlebih dahulu agar suhu politik tidak meningkat, dan mendahulukan kebutuhan minimal rakyat tanpa meninggalkan agenda reformasi lainnya seperti politik, hukum, sosial, budaya dan lain sebagainya.
c.Kesenjangan Sosial
Kesenjangan sosial adalah suatu perbedaan yang terlalu dalam teruatam tentang tingkat sosial ekonomi yang ada dalam masyarakat. Hal ini dapat dikarenakan salah penentuan kebijaksanaan dalam pembangunan terutama dalam masa sebelum reformasi, dan reformasi ini berupaya untuk mengurangi sekecil mungkin kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial merupakan faktor penyebab ketidakpuasan dan dapat menimbulkan kekerasan sosial.
d.Factor lain yang menyebabkan kerawanan
Faktor-faktor lain yang menyebabkan kerawanan adalah sebagai berikut :
1).Keterbelakangan
2).Ketergantungan
3).Pencemaranlingkungan
4).Dekadensi moral
5).Apatisme dan ketidakpedulian sosial
F.Analisis masalah dalam pengamalan pancasila
Analisis dilakukan agar dapat memberikan suatu penilaian yang kritis dan obyektif serta pada akhirnya untuk dapat memberikan suatu solusi yang positif. Masalah-maslah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain kurang dihayatinya nilai-nilai Pancasila, perbedaan pendapat diantara anggota masyarakat, penyelewengan atau mungkin kesenjangan sebagai upaya untuk menimbulkan kerawanan dalam kehidupan masyarakat. Masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan masyarakat itu amat kompleks dan terbatas, oleh karena itu analisis dilakukan untuk mendapatkan suatu gambaran yang jelas tentang pengamalan Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan dan pada akhirnyamampu memberikan arah bagi pengamalan Pancasila secara konsisten.
1.Sumber Nilai dalam Analisis
Dalam proses analisis pengamalan Pancasila sebagai sumber nilai adalah nilai-nilai pancasila. Maka dalam pengertian ini pancasila adalah sebagai “Das Sollen” yaitu sebagai nilai yang seharusnya direalisasikan. Adapun masalah peristiwa atau kasus dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai suatu “Das Sein” yaitu suatu yang ada dalam kenyataan hidup masyarakat. Oleh karena itu nilai-nilai pancasila adalah merupakan sumber nilai sebagai patokan dalam pemecahan analisis masalah.
2.Asas Analisis
Dalam melakukan analisis haruslah dengan menggunakan asas-asas serta kriteria yang jelas. Perlu diketahui bahwa proses analisis ini berkaitan dengan masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan dengan segala aspeknya. Oleh karena itu analisis dilakukan tidak hanya berdasarkan pada asas ilmiah rasional saja namun juga berkaitan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang bersumber pada Pancaasila sebagaimana dijelaskan di muka.
a.Asas Rasional Ilmiah
Masalah haruslah diambil (dikummpulkan) dari peristiwa-peristiwa yang timbul dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Misalnya masalah-masalah sosial, ternyata dikembangkan menjadi masalah politik. Kemudian diteliti hubungan sebab akibatnya, saling hubungan diantara faktor-faktor penyebab yang ada atau yang saling mempengaruhi misalnya masalah sara mengakibatkan masalah politik, masalah politik menyebabkan masalah ekonomi dan lain sebagainya. Akhirnya disimpulkan berdasar hukum-hukum logika.
b.Asas Normatif
Selain asas ilmiah dan dasar nilai-nilai pancasila juga norma-nirma yang harus ditaati dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yaitu norma-norma peraturan perundang-undangan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maka setiap permasalahan yang timbul dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara harus dianalisis dan dipecahkan berdasarkan norma-norma peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah dilakukan analisis tahap berikutnya yang sangat penting adalah berupaya untuk mencari alternatif pemecahan. Alternatif pemecahan ini tidak hanya dilakukan secara matematis dan kuantitatif saja, melainkan tetap harus berdasarkan pemikiran yang bijaksana , yaitu pemecahan berdasarkan akal, rasa, dan kehendak manusia.
3.Analisis Masalah-masalah Ketatanegaraan
Masalah-masalah kenegaraan dalam masalah ini adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan segala aspek penyelenggaraan negara, masalah-masalah tersebut antara lain :
a).Masalah undang-undang yang berkaitan dengan susunan dan kedudukan MPR, DPR dan DPRD sebagaimana tertuang dalam UU No. 2/1985.
b).Masalah Undang-undang tentang pemilihan umum sebagaimana tertuang dalam UU No. 1/1986.
c).Masalah nepotisme dalam keanggotaan MPR dan DPR.
d).Masalah reformasi politik.
e).Masalah reformasi hukum, dan masalah-masalah kenegaraan lainnya.
4.Analisis Masalah-analisis dalam Pelaksanaan Pembangunan
Dalam pelaksanaan pembangunan nasional sudah dapat dipastikan akan timbul berbagai macam masalah yang memerlukan pemecahan yang adil dan bijaksana. Masalah itu timbul terutama dalam kaitannya dengan pelaksanaan pembangunan yang menyangkut kepentingan negara dan kepentingan warga negara, antara aparat pelaksana pembangunan dengan rakyat. Masalah-masalah tersebut antara lain sebagai berikut :
a).Masalah penggusuran tanah untuk kepentingan pembangunan bersama, misalnya pelebaran jalan, pembangunan potensi ekonomi dan lain sebagainya.
b).Masalah pelaksanaan HAM.
c).Masalah kenaikan BBM dan tarif listrik.
d).Masalah pendidikan dan lain sebagainya.
5.Analisis Masalah-masalah Kemasyarkatan
Masalah-masalah kemasyarakatan yang timbul dalam kehidupan bersama sangatlah luas dan kompleks. Kompleksitas masalah tersebut berkembang sesuai dengan tingkat-tingkat peradaban manusia. Semakin modern suatu masyarakat maka permasalahan yang timbul juga akan semakin banyak dan bahkan tidak terbatas dan meliputi berbagai bidang kehidupan antaralain :
a).Masalah lapangan kerja dan pengangguran.
b).Masalah sikap mental yang kurang disiplin.
c).Masalah narkotika dan kenakalan remaja.
d).Masalah kejahatan termasuk kejahatan intelektual
e).Masalah Pilkades.




BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan asas teoritis demikian, maka tidak mungkin suatu bangsa menganut dan melaksanakan suatu sistem ideologi yang tidak bersumber pada filsafat hidup atau filsafat negara mereka sendiri.
Mengingat idiologi bersumber dari filsafat hidup dan filsafat negara, maka wujud nilai-nilai dasarnya cenderung terpadu. Artinya sulit dibedakan kedua asas nilai filosofis dan idiologis